Ari Putra Sandi

Secuil kisah tentang Rasul

Jika salah satu diantara kita ada yang ditanya, apakah ada rasa sakit yang pernah Nabi rasakan saat menjalankan dakwahnya? Jawabnya tidak ada, kecuali hanyalah penyiksaan dan kepedihan.
Pernah diceritakan bagaimana Rasul Allah saw diperlakukan tidak pantas yang ditujukan kepada seorang Rasul sebesar dan seagung Muhammad.
Saat Nabi berhijrah dulu, dari Mekkah ke Madinah, nabi melewati perkampungan tempat tinggal orang orang Thaif. Sesampainya disana dipintu masuk perkampungan, nabi dihadang, ditolak kedatanganya, beliau dicaci, dihina dan dihujani timpukan batu sebagai penolakan ajaran Islam, beliau bukan tidak merasakan sakit pada saat itu, tapi lebih dari itu beliau sampai terluka hampir keseluruh tubuh terkena lemparan batu orang orang Thaif.
Seraya mengusap darah yang menetes keluar dari beberapa bagian tubuhnya, turunlah malaikat jibril menemui nabi datang memberikan bantuan dan menyarankan agar Nabi berdoa saja kepada Allah SWT agar diizinkan mengangkat bukit di Thaif untuk ditimpahkan ke para penduduk Thaif yang durhaka itu. Sama dengan bantuan Jibril yang datang pada saat Nabi Musa bersama 600.000 pengikutnya yang dikejar kejar ingin dibunuh oleh Firaun, ataupun juga Nabi Nuh yang pada waktu itu.
Lalu Nabi membaca doa dan memohon kepada Tuhanya, tapi Muhammad meminta yang malah justru berbeda dari apa yang disarankan oleh jibril, hingga jibril pun hanya terdiam mendengar doanya nabi Muhammad "Ya Allah ya tuhan kami, ampunilah kaumku itu, karena mereka berbuat demikian disebabkan tidak tahu."
Subhanallah, dengan seseorang yang telah mendzaliminya saja nabi masih bersikap sabar, memaafkanya dengan penuh kasih sayang. Memang beliau seorang rasul yang sungguh sungguh agung, mulia dan bijak, berbeda dengan tampilan para rasul yang lain.
*Semoga kita bisa bersimpati pada Muhammad, dan timbul rasa cinta kepadanya (lagi).

0 komentar:

Post a Comment

first_yugo@yahoo.co.id. Powered by Blogger.

Blog links